Banyak Cewek Alim Tak?

Pernah nggak, mendadak perlu waktu agak lama untuk mencari sebuah kata dari database pikiran? Abis setengah jam bercuap2, mendadak harus berhenti hanya gara2 kehilangan 1 kata, yang kadang tak bisa digantikan kata lainnya :). Yang kayak gini, buat aku, cukup sering terjadi. Kadang terpaksa harus cari pilihan kata yang serupa. Kadang, cukup ketawa, dan melompat ke ide lain.

Minggu pertama di Coventry, aku pernah harus memaparkan tentang kondisi industri telekomunikasi di Indonesia. Dengan presentasi Powerpoint yang baru dibuat, presentasi mulai dengan lancar. Di tengah2, aku menyebut “… and so we need to attack new investors.” Terasa ada yang janggal, aku diam dulu. Tapi belum ketemu apa yang seharusnya benar. Sialnya, para hadirin malah memperhatikan dengan serius, tanpa senyum dan kata2. Memang ada sih ungkapan bahwa perhatian orang kepada kita sebanding dengan kuadrat ketololan kita. Akhirnya, aku menemukan apa yang salah. “I mean, we need to attract new investors.” Baru mereka senyum2. Dan beberapa ketawa cukup keras.

Yang macam ini kadang terjadi, seringkali pada kata2 sederhana. “No, our company does not manufacture the … the … how to say perangkat in English … mmm … mmm … equipment.” Dan lama2 jadi ciri khas :).

Tapi kadang bikin malu. Di suatu hari Jumat, aku baru sadar bahwa di Lannion (Lannuon) tidak ada masjid. Perlu menyeberang dua kabupaten untuk menemukan masjid di Guingamp (Gwengamp). Menunggu waktu adzan, aku mengajak bercakap ke seorang tua di dalam masjid. Dia tanya aku dari mana, lagi apa di sana, dll, dengan lirih. Trus aku bilang bahwa aku harus melintas jarak cukup jauh untuk berjumatan. Dan aku penasaran: tak banyakkah muslim di wilayah itu? “Combien de musulmans est d’environ ici?” Ya, aku tahu itu bukan kalimat Perancis yang tertata baik. Aku juga baru belajar di Bab I. Si bapak menjawab mengira2. Lalu menutup kalimat dengan “A tu mariΓ©?” Loh, kenapa ya?

Pulang dari masjid, aku baru sadar satu hal. Pelafalanku memang masih kacau, gara2 sering lupa. Aku mengucapkan kata musulmans seperti bahasa Indonesia: musulman, bukan musulmang. Dan, duh konyol, ini tentu merupakan pelafalan kata musulmane. Ya, musulmane, muslimah, muslim cewek. Dan tak heran si bapak itu menutup kalimat dengan “A tu mariΓ©? Have you married?

Waaaaaaaaaaaaa.

4 thoughts on “Banyak Cewek Alim Tak?”

  1. Coba kalo di lanjut…. dapet deh aku ipar cewe’ perancis… Sorry In!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *