Penampakan

Kalau lupa boleh memilih :). Kadang2 lupa bukan berarti sama sekali gelap. Kadang cuma akses database yang lambat. Dan karena memori mengenai satu hal tidak disimpan di satu tempat, melainkan bergaya holografis di beberapa tempat (aku lupa kapan aku pertama kali punya ide macam ini), maka kadang ingatan muncul sebagian, dalam bentuk tak terduga.

“Siapa nama ….?”
“Sebentar. Lupa. Eh, aku melihat huruf D. Tunggu. Da. Errr. Tunggu sebentar.”
Biasanya orang memahami kebiasaanku yang satu ini, jadi nggak pernah menuduh aku over acting atau bergaya dibuat2. Tulus deh, memang memori keluarnya kadang sehuruf demi sehuruf.

Yang ini lebih kacau lagi:

“Apa sih nama font untuk Committed 2 U?” kata mahasiswa yang mau merancang web itu.
Aku merasa tahu. Tapi kenapa nggak inget ya. Tapi sebentar kemudian,
“Tunggu, aku merasa ada hubungannya dengan Simpang Raya. Entah apa.”
Diam semua.
“Oh, sekarang malah huruf W melingkar kayak Committed 2 U.”
Dan akhirnya:
“Namanya Wendy!!”
Protes: “Kok Simpang Raya?”
Diam lagi.
“Kayaknya dulu Wendy’s di Dago ditutup. Trus nggak lama diganti jadi RM Simpang Raya.”

Yang ini tak terlalu kacau:

“Jadi tanyanya ke siapa?”
“Yang pegang data Flexi itu … itu lho, anaknya gemuk dan baik hati.”
“Siapa?”
“Wajahnya udah ada. Namanya lupa. Eh, suaminya Eva, tahu kan?”
“Nggak. Siapa namanya?”
“Duh, nyerah deh. Gini deh, aku tau2 inget nomor HPnya 70700613. Telepon ke dia aja. Sekalian tanyain namanya.”

Sorry ya, Oom Ahsan, aku waktu itu lupa beneran :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *