e-Government

Pertengahan tahun 2002, aku disibukkan dengan kegiatan dakwah e-Government ke seluruh wilayah Jawa Barat dan Banten. Inti ceritanya bukan menjual software yang dilabeli e-Government, tetapi berbagi knowledge dan konsep akan e-Government kepada pemerintah Kota dan Kabupaten, sehingga mereka siap melayani masyarakat lebih baik dengan infrastruktur informatika; bukannya malah tertipu penjual software yang mengaku eGov.

Jadi di suatu tengah malam, aku harus berangkat menyerang kota Serang, ibukota Banten, untuk hearing dengan gubernur dan ketua DPRD provinsi Banten. Pesan dari Deputi-EGM (waktu itu Divre III lupa punya EGM –red) adalah: jangan lupa bawa jas. Jadi aku bawa jas, biarpun akhirnya nggak dipakai. Paginya, di gedung gubernuran Serang, baru aku sadar bahwa selain Delegasi Divre III, ada Delegasi Divre II juga yang diundang. Setelah berunding, kami putuskan bahwa karena (1) Serang ada di wilayah Divre II (2) biarpun sebagian besar Banten ada di wilayah Divre III tetapi sebagian besar manusia merupakan warga Divre II (3) tamu dari Divre II lebih senior daripada Divre III, maka presentasi akan disampaikan oleh Divre II saja. Divre III akan mendampingi tanya jawab.

Dengan posisi lebih santai, aku mulai buka tas, ambil notebook; dan baru sadar: semua materi presentasi e-Government yang sudah dikostumisasi untuk provinsi Banten tak terbawa. Tertinggal.

Dan aku langsung bersyukur, bahwa ada rekan2 dari Divre II yang ikut hadir hari itu :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *