Ujian Skripsi

Ujian skripsi: bukan saat yang tepat untuk becanda dengan kepikunan. Tapi itulah yang terjadi. Sekian tahun lalu, biarpun aku udah jadi minoritas mahasiswa yang punya notebook (notebook ini sekaligus juga merupakan komputerku yang pertama), dunia belum akrab dengan proyektor yang terinterface dengan konektor VGA di notebook. Juga, mungkin kejutan untuk Anda yang hidup di masa kini, PowerPoint belum populer. Oh, aku mengetik skripsi dengan WordPerfect, dan menggambar dengan DrawPerfect. Materi presentasi digambar rapi dengan DrawPerfect, lalu dicetak di atas transparan.

Dan tentu saja transparan itu tertinggal.

Dasar si pikun yang beruntung, dari 11 orang yang diuji hari itu, aku dapat nomor urut 11. Dan sekali sesi ujian, 5 ruang dipakai menguji 5 mahasiswa. Jadi aku satu2nya di sesi 3. Kalau aku pulang, tapi dipanggil masuk waktu belum balik, maka aku gugur. Tapi kalau aku masuk tanpa membawa materi, aku cuma memamerkan diri sebagai mahasiswa kacau yang nggak punya persiapan. Dalam dilema itu, aku langsung menggaet Aries. Ini teman jelmaan malaikat :). Selain punya kesetiakawanan yang tak pernah diragukan, dia punya kenekatan yang juga tak pernah diragukan. So, aku kirim Aries ke rumah tanteku (dia belum pernah ke sana, belum tahu posisi rumahnya), untuk dengan cara apa pun mengambil transparansiku. Zzzzz.

Sesi 1 berlalu. Sesi 2 berlalu. Satu per satu keluar ruang ujian. Aku tinggal menunggu waktu diapnggil. Dan Aries yang ajaib tampil gemilang dengan wajah bangga membawa transparansiku. Belum sempat berujar 1000 terima kasih, aku sudah dipanggil masuk. Alhamdulillah, segalanya baik dalam ujian itu.

Tapi coba, apa yang dilakukan Aries? Pertama, dia harus cari rumah berdasar alamat saja, di sebuah perumahan baru yang luas sekali. Kedua, penghuni rumah semuanya pergi, selain seorang pembantu yang nggak tahu bahwa aku bernama Kuncoro :). Teknik negosiasi ala Aries betul2 bermanfaat di sini. Dan teknik ngebut. Kampusku di ujung barat kota, dan rumah itu di ujung timur kota.

Well, Lord Aries, kalau suatu hari tersesat ke blog ini, aku mengaku berhutang nyawa. Call me :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *