Di semesta ada yang ada dan ada yang tiada. Tapi manusia unik: mereka dulu tiada, lalu ada, tak kurang dengan kesadaran dan dinamika, sambil sadar bahwa tak lama lagi mereka tiada, tak kurang dengan kesakitan, yang berkonvolusi. Tapi kita menghadapi, dan menjalani hari ini. Maka lupa, lalai, khilaf memang harus jadi sifat manusia, yang memungkinkan kita berfokus pada satu dua hal, seraya melupakan tragedi kita. Yuk, tetap ceria :)